• Web
  • psikucluk
  • AddThis

    Share |

    Sabtu, 06 Februari 2010

    Perkembangan Kanak-Kanak Awal


    Manusia senantiasa mengalami perubahan sepanjang hidupnya. Pengalaman di masa kecil akan mempengaruhi proses-proses dalam kehidupan selanjutnya. Perubahan inilah yang disebut dengan perkembangan, yaitu pola perubahan yang dimulai dari masa pembuahan (konsepsi) dan berlangsung secara terus menerus selama kehidupan seseorang.
    Perkembangan itu dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristik yang khas pada setiap periode kehidupan, yaitu masa prenatal, bayi, kanak-kanak awal, kanak-kanak madya dan akhir, remaja, dewasa awal, dewasa madya, serta dewasa akhir. Berbagai proses yang cukup kompleks mendasari perubahan tersebut. Paling tidak ada tiga area perubahan dalam diri seorang individu, yaitu area biologis, kognitif, dan sosioemosional.
    Psikologi perkembangan anak akan berfokus pada proses-proses perubahan biologis, kognitif, dan sosioemosional yang terjadi pada seorang anak. Kategori masa kanak-kanak itu sendiri biasanya diklasifikasikan dalam dua masa, yaitu masa kanak-kanak awal (2 – 6 tahun) serta masa kanak-kanak madya dan akhir (6 – 11 tahun). Pada masa-masa ini, perubahan yang terjadi pada ketiga area di atas berlangsung relatif cepat dan menonjol. Informasi tentang perkembangan yang terjadi pada anak-anak akan membawa implikasi pada cara pengajaran dan pendidikan mereka. Orangtua dan guru, sebagai bagian dari lingkungan sosial anak, dapat menjadi lebih peka dalam berinteraksi dengan anak serta mampu menstimulasi dan memotivasi perilaku-perilaku positif anak yang sesuai dengan perkembangannnya.

     
    Keluarga merupakan tempat pertama kali anak melakukan fungsi sosialisasinya. Proses yang terjadi antara anak dan orangtua tidaklah bersifat satu arah, namun saling mempengaruhi satu sama lain. Artinya, anak belajar dari orangtua, sebaliknya, orangtua juga belajar dari anak. Proses sosialisasi yang terjadi dalam keluarga lebih berbentuk sebagai suatu system yang interaksional. Bahkan hubungan antara suami dan istri pun akan mempengaruhi perkembangan anak.
    Pola pengasuhan orangtua akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Orangtua yang cenderung otoriter, dimana mereka menghendaki anak untuk selalu menuruti keinginan orangtua tanpa ada kesempatan bagi anak untuk berdialog, akan menghasilkan anak-anak yang cenderung cemas, takut, dan kurang mampu mengembangkan keterampilan berkomunikasinya. Sebaliknya, orangtua yang cenderung melepas keinginan anak akan menyebabkan anak tidak mampu mengontrol perilaku dan keinginannya serta dapat membentuk pribadi anak yang egois dan dominan. Sebagai jembatan dari kedua pola pengasuhan yang ekstrem tersebut, maka pola pengasuhan demokratislah yang dapat menjadi solusi terbaik bagi para orangtua untuk dapat mengoptimalkan perkembangan psikologis anaknya. Orangtua yang demokratis menghendaki anaknya untuk tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan bebas namun tetap memberikan batasan untuk mengendalikan perilaku mereka. Dalam hal ini, cara-cara dialogis perlu dilakukan agar anak dan orangtua dapat saling memahami pikiran dan perasaan masing-masing. Hukuman dapat saja diberikan ketika terjadi pelanggaran terhadap hal-hal yang bersifat prinsip. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa hukuman tersebut harus disertai dengan penjelasan yang dialogis agar anak mengerti untuk apa mereka dihukum dan perilaku apa yang sebaiknya dilakukan.
    Dalam setiap tahap perkembangan ada ciri-ciri khusus yang ada pada setiap tahap perkembangan, begitu juga pada saat masa kanak-kanak awal ditandai dengan ciri-ciri tertentu, menurut Hurlock (1980:108) ciri itu tercermin dalam sebutan yang biasa diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi:
    a).    Sebutan Yang Digunakan Orang Tua. Ada beberapa sebutan untuk menggambarkan masa kanak-kanan, sebutan tersbeut berkisar tentang perilaku dan aktivitas yang dilakukan anak-anak, pada sebagian besar orang tua menganggap awal masa pada kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Masa kanak-kanak merupakan masa-masa yang sulit bagi orang tua karena pada masa kanak-kanak awal ialah karena anak-anak sedang mengembangkan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan yang pada umumnya kurang berhasil. Selain itu pada sebagian orang tua juga menganggap usia awal kanak-kanak sebagai usia mainan karena anak mudah menghabiskan sebagian besar waktu juga bermain dengan mainannya.
    b).    Sebutan Yang  digunakan Para Pendidik. Sedangkan para pendidik menyebut usia awal kanak-kanak sebagai usia prasekolah, usia pra sekolah adalah usia yang belum memasuki usia sekolah atau masih berada di taman kanak-kanak, kelompok bermain, atau penitipan anak-anak.
    c).    Sebutan Yang Digunakan Ahli Psikologi. Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikan ciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun awal masa kanak-kanak.
    Pada saat masa bayi berakhir, semua bayi normal telah belajar berjalan meskipun dalam kecakapa yang berbeda-beda; telah belajar makan-makanan keras dan telah mencapai tingkat stabilitas fisiologis yang cukup baik. Tugas pokok dalam mengendalikan pembuangan kotoran sudah hampir sempurna dan akan sepenuhnya dikuasai dalam setahun atau dua tahun lagi.
    Menurut Havighurst tugas dalam masa perkembangan awal kanak-kanak adalah sebagai berikut:
    • Belajar memakan makanan sendiri.
    • Belajar berjalan.
    • Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh.
    • Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya.
    • Mempersiapkan diri untuk membaca.
    • Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.
    Dari penjelasan tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan anak-anak, ciri-cirinya, serta tugas apa saja yang harus dicapai dalam masa perkembangannya itu.

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Ngobrol bo...


    ShoutMix chat widget